ABSTRAK
BUMI MANUSIA
Karya Pramoedya Ananta Toer
Sebuah Kajian Postkolonialisme
Novel Bumi Manusia (yang kemudian disingkat BM) merupakan salah satu dari empat novel perburuan (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca) karya Pramoedya Ananta Toer. Novel ini pada dasarnya adalah sebuah karya sastra yang mencoba menguak kembali peristiwa kolonialisme 1930-an. berkisah tentang perjuangan seorang pemuda terpelajar yang memperjuangkan kebebasan masyarakatnya dari hegemoni kolonial Belanda.
Sedangkan untuk membedah novel BM akan diterapkan teori postkolonialisme, yaitu sebuah teori yang dikembangkan dari teori orientalisme Edward W. Said. Lentik-lentik pemikiran postkolonial ini akan tersirat dari tokoh Minke sebagai pihak yang menentang sistem pendidikan, hukum, pengawasan pers, dan rasisme kolonial. Minke juga berupaya menghilangkan paradigma Javanisme yang menciptakan perbudakan pada masyarakatnya sendiri. Sikap antikolonial Minke ditunjukkan dengan menolak penindasan, perampasan, penganiyayaan, antidiskriminasi meskipun berimbas pada hampir kandasnya pendidikan Minke di H.B.S dan yang lebih tragis lagi terenggutnya istri kesayangan (Anelies) oleh seorang yang oleh hukum kolonial dinyatakan sebagai kakak (wali sah) Anelies. Selain itu novel BM memang benar-benar merupakan novel antikolonial, tidak selayaknya novel-novel masa kolonial yang sedikit banyak masih prokolonial, seperti karya-karya Max Havelar. Dalam karya-karyanya hanya berkisar pada pembebasan kelas pekerja (buruh tanam paksa) dan penguasa kelas bawah (rakyat) atas pengusaha dan penguasa, akan tetapi belum berbicara pada pembebasan secara politis, yakni kemerdekaan bangsa Pribumi.
Dari beberapa sikap Minke tersebut, BM adalah novel yang menunjukkan bahwa karya sastra dapat menyatakan pandangan ideologi dengan cara khas, implisit dan imajinatif.
Kata-kata kunci : orientalisme – feodalisme – antikolonial – pembebasan klas